Latest Posts

Pakan Hidup Untuk Ikan Hias Yang Bisa Dikultur Di Rumah

 

Fairy Shrimp
Fairy Shrimp  / Branchiopoda (Artemia Air Tawar)
Pakan adalah kebutuhan ikan kita yang utama, kita bisa memberikan ikan kita pakan jadi seperti pelet, flake, jel maupun pasta. Kali ini Aqua Ama membahas sumber pakan hidup yang bisa dikultur di rumah dan media seadanya. Yuk disimak dan semoga bermanfaat.

1. Artemia (Brine Shrimp)

Artemia salina
Artemia Salina //  ©Wikipedia
Artemia atau Brine shrimp adalah jenis krustasea air laut keluarga Artemiidae, ordo Anostraca, dan kelas Branchiopoda, yang banyak digunakan pada aquakultur untuk pakan ikan usia 3 sampai dewasa. Artemia memiliki 8 spesies dan paling banyak adalah spesies A. salina, untuk ikan usia 3 hari biasanya diberikan Artemia yang baru ditetaskan dari telur (cyst) yang di sebut Nauplii.

Artemia sendiri bisa dibudidayakan dan berkembang di bak atau kolam dengan kadar salinitas 30 - 35% (30-35ppt). Untuk pakan pembesaran / budidaya bisa dengan memberikan pakan pelet bubuk, Spirulina bubuk, green water, maupun susu.

2. Fairy Shrimp (Branchinectidae / Branchipodidae)

Fairy Shrimp (Freshwater Artemia)
Fairy Shrimp

Fairy shrimp terdapat pada keluarga Branchinectidae dan Branchipodidae. Sama halnya dengan Artemia, namun Fairy shrimp biasanya ditemukan di perairan air tawar dan kolam musiman. Fairy shrimp juga bisa dibudidayakan.

Cara menetaskan telurnya dengan air hujan atau air mineral dengan pH acid seperti brand Cle*. Untuk pakan sama halnya dengan dengan Artemia, hanya saja tidak bisa langsung menetas Anda harus mengumpulkan telurnya terus jemur dan tetaskan kembali.

3. Daphnia Magna

Daphnia Magna
Daphnia Magna

Daphnia magna salah satu spesies dari keluarga Daphniidae, yang memiliki ukuran lebih besar dari Daphnia spesies lainnya. Tentu saja ini bisa di kultur untuk pakan ikan hias kecil dirumah Anda.

Daphniidae adalah keluarga filter feeding sama halnya dengan Artemia dan Fairy shrimp. Jadi pakan yang bisa di berikan untuk budidaya moina adalah pelet bubuk, spirulina, susu, dan green water (micro algae).

4. Daphnia Pulex/Moina

Moina
Moina

Sama halnya dengan Daphnia magna, hanya saja ukuran Moina ini lebih kecil dan ukuran dewasa sama dengan ukuran anak D. magna. Moina ini cocok untuk pakan anak ikan maupun ikan ukuran kecil.

Untuk budidaya moina juga sama halnya dengan Daphnia magna.

5. Tubifex Worm

Tubifex tubifex (sewage worm, sludge worm, silk worm)
Cacing Sutera (Tubifex worm)

Cacing sutra atau Tubifex worm ini adalah jenis cacing yang biasanya ditemukan disaluran air berlumpur & comberan. Cacing ini memiliki kandungan lemak yang tinggi jadi bagus untuk membuat ikan Anda lebih cepat besar.

Cara budidaynya yang simpel dan mudah, ya itu carilah starternya, usahakan air pada media memiliki perputaran, jika tidak bahayanya jika tidak nanti permukaan air cepat berminyak dan membuat cacing cepat mati. Media kultur bisa menggunaka baskom, terpal, semen, dengan tambahan media lumpur atau sponge maupun tidak. Pakan mereka bisa diberikan ampas tahu, pelet, dan sayur.

6. Grindal Worm

Grindal Worm
Grindal Worm (Enchytraeus buchholzi)

Grindal worm adalah jenis cacing putih dari keluarga Enchytraeus yang banyak dikultur aquarist sebagai pakan ikan. Grindal worm berukuran 3 -10mm sangat cocok untuk pakan ikan usia 5 hari dan ikan dewasa kecil lainnya seperti cupang, guppy, molly, dan lainnya.

Cara kultur grindal worm adalah dengan membeli starternya terlebih dahulu, untuk media bisa menggunakan tanah kompos, sekam, cocopeat, dan sponge. Siapkan wadah kotak makan masukan media usahakan bernuasa lembab dan jangan terlalu banyak air. Untuk pakan grindal bisa diberikan oatmeal, pelet hewan/ikan, sosis, bakso, dan sayur/buah, ingat jang memberikan pakan berlebih karna juga dapat membunuh si cacing juga.

7. Microworm

Micro worm (Panagrellus redivivus)
Microworm (Panagrellus redivivus)

Microworm adalah salah satu pakan yang banyak digunakan para pencinta ikan hias untuk ikan yang baru menetas atau lahir. Sesuai dengan namanya Microworm hanya berukuran 1 - 1.5 mm saja.

Cara kultur microworm juga banyak di YouTube dimana bisa mengunakan starter atau membuatnya sendiri dengan kentang. untuk pakan bisa tepung terigu dan ragi.

8. Vinegar Eel

Vinegar eel (Turbatrix aceti)
Vinegar eel (Turbatrix aceti)

Vinegar eel (Turbatrix aceti) sama halnya dengan Microworm mereka memiliki ukuran 1 mm. Mereka bisanya ditemuka di cuka yang tidak terfilter dengan baik.

Untuk cara kulturnya sobat bisa cari di YouTube.

9. Infusoria

Infusoria
Infusoria

Infusoria adalah istilah kolektif untuk makhluk air kecil seperti ciliates, euglenoids, protozoa, ganggang uniseluler dan invertebrata kecil yang ada di kolam air tawar.

Infosuria bisa dikultur dengan mudah dengan air bekas ikan dan ditambakan sayur kol / sawi yang telah direbus dan diletakan ditempat yang terkena sinar matahari secara tak langsung.

10. Mosquito Larva

jentik Nyamuk ( Mosquito Larva)
Jentik Nyamuk ( Mosquito Larva)

Jentik nyamuk ( Mosquito Larva) adalah salah satu pakan alami yang disukai ikan kecil. Usahakan jika menggunakan pakan ini harus cepat habis, takutnya malah ternak nyamuk dan berbahaya.

Sekian artikel kali ini Aqua Ama, semoga bermanfaat.

Manfaat Daun Ketapang Untuk Udang Hias (Neocaridina & Caridina Shrimp)

Manfaat Daun Ketapang Untuk Udang Hias (Neocaridina & Caridina Shrimp)

Daun Ketapang (Indian Almond) banyak digunakan oleh para pencinta dunia aquarium dan ikan hias sejak lama. Selain ikan hias ternyata daun ketapang juga memiliki manfaat serta khasiat untuk udang hias sobat.

Apa saja manfaat daun ketapang untuk udang hias?
Daun ketapang mengeluarkan zat tanin yang memiliki sifat sebagai anti jamur dan anti bakteri dimana ini bermanfaat sebagai penangkal serangang penyakit bagi udang hias (maupun ikan hias). Daun ketapang juga memiliki biofilm pada permukaan air dimana ini juga bisa menjadi sumber makanan sehat untuk anak udang hias.

Mari kita lihat manfaat dan cara terbaik menggunakan daun ketapang di aquarium sobat.

Manfaat Daun Ketapang

Zat Tanin Antijamur & Antibakteri

Di alam, pohon menempatkan sifat antibakteri dan antijamur di daunnya untuk memastikan pohon memiliki daun yang sehat untuk tumbuh. Saat Anda memasukkan daun ke dalam air, antibakteri dan antijamur yang sama akan dilepaskan ke dalam air. Ini bermanfaat bagi udang (dan ikan) Anda jika berada di air yang sama.

Permukaan Biofilm Ekstra

Biofilm adalah kumpulan bakteri, alga, jamur dan organisme multiseluler lainnya yang membentuk lapisan pada permukaan segala sesuatu yang ada di akuarium Anda. Ini membentuk lapisan pada tanaman, kaca, hardscape, dan spons filter Anda. Pada daun, saat terendam air, biofilm memiliki banyak permukaan ekstra untuk tumbuh. Mikroorganisme ini akan berkembang dan memakan serta memecah daun dan sekaligus menjadi sumber makanan bagi udang Anda. Biofilm pada daun ini dikombinasikan dengan partikel daun itu sendiri yang terurai akan memiliki semua nutrisi yang tepat dari biofilm dan gabungan daunnya. Oleh karena itu, permukaan biofilm ini merupakan sumber makanan yang sangat baik untuk udang dan ikan hias Anda. Terutama untuk udang kecil yang masih bermasalah dengan partikel makanan yang lebih besar yang Anda berikan pada udang dewasa Anda.

Secara umum udang gemar makan biofilm

Elemen Jejak

Saat daun terurai di akuarium Anda, ia juga melepaskan elemen jejak dan berbagai hal lain di air yang bermanfaat bagi ikan dan udang, bahkan jika mereka tidak mengonsumsi biofilm dan daun yang membusuk.

Tempat Bersembunyi Udang

Udang dan anak udang serta anak ikan suka bersembunyi dari waktu ke waktu, apalagi saat udang baru saja berganti kulit, meraka sangat rentan dan ingin melindungi diri dengan cara bersembunyi sampai cangkangnya kembali mengeras. Daun menyediakan tempat persembunyian yang sangat baik bagi mereka.

Menurunkan pH

Daun ketapang di aquarium Anda akan menurunkan pH. Proses ini tidak akan tiba-tiba menurunkan pH dalam jumlah yang signifikan, tetapi dalam waktu yang berangsur. Substrat penyangga dapat mengkompensasi penurunan bertahap pH dalam aquarium untuk mempertahankan tingkat keasaman. Menggunakan daun ketapang dalam jumlah kecil, satu atau dua sekaligus di akuarium 38L atau lebih besar tidak akan membuat banyak perbedaan. Dalam jumlah yang lebih besar, dapat digunakan untuk menurunkan pH jika diinginkan, tetapi untuk ini, sedikit peat moss di dalam kantong di dalam aquarium atau filter Anda akan lebih efektif. Udang Caridina umumnya menyukai pH yang sedikit lebih rendah (tergantung dari mana asalnya yaitu 5.8 hingga 6.9) daripada Neocaridina (6.5 hingga 8) tetapi keduanya tidak akan menunjukkan efek buruk saat Anda tidak menggunakannya secara banyak.

Biasanya, udang tidak akan keberatan dengan perubahan bertahap kecil ini, dan menurut saya manfaatnya jauh lebih besar daripada efek sampingnya.

Ini akan memakan waktu sekitar dua minggu sampai daun ketapang mulai rusak. Bergantung pada berapa banyak udang hias yang Anda punya, diperlukan waktu sekitar dua bulan sampai hanya tersisa kerangka dari daunnya.

Berapa Daun Ketapang Per Liter?

Satu daun ketapang sebulan sekali per 75 liter air. Misalnya, jika Anda memiliki aquarium 37 liter, gunakan satu, atau setengah dari satu. Dalam aquarium 150 galon, Anda bisa menggunakan dua daun ketapang per bulan. Saya menyarankan, dalam hal ini, untuk memasukkan satu daun setiap dua minggu dan bukan dua daun pada saat yang sama, atau sebulan sekali pemberian terlalu banyak ditakutkan meningkatkan nitrat, yang tidak disukai udang hias Anda. Anda dapat memvariasikannya sedikit, dan jika daun ketapang tidak rusak, Anda dapat menunggu lebih lama sebelum Anda memasukkan daun ketapang berikutnya. Jika Anda memiliki banyak udang dan ikan, Anda dapat memberi mereka sedikit lebih.

Jika Anda tidak suka pemandangan daun besar di akuarium, Anda dapat memecahnya menjadi potongan-potongan kecil dan menyebarkannya di belakang tanaman atau bebatuan.

Cara Mempersiapkan Daun Ketapang Untuk Udang Hias

Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang khusus untuk menggunakan daunnya. Anda dapat menggunakannya segera, masukkan satu atau beberapa di tangki Anda dan selesai. Saya akan membilasnya dengan cepat di bawah keran untuk menghilangkan debu dan partikel yang lepas. Daun akan melepaskan tanin, pewarnaan, di dalam air. Tanin sangat bermanfaat untuk udang dan ikan Anda. Tanin bersifat antijamur dan antibakteri, tetapi bisa membuat air Anda berwarna seperti teh. Jika Anda tidak keberatan, ok, tetapi jika Anda melakukannya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi efek ini.

Anda bisa merendam daun ketapang beberapa hari sampai taninnya terlepas. Ini akan mengurangi sedikit warna pada air. Keuntungannya adalah daunnya akan langsung tenggelam ke dasar saat Anda memasukannya di dalam akuarium. Jika Anda ingin menghilangkan hampir semua tanin (dan sebagian besar khasiat yang bermanfaat), Anda bisa merebus daunnya sebelum digunakan. Dengan cara ini, seperti Anda bisa memasak teh dari daunnya langsung.

Bagaimana Menenggelamkan Daun Ketapang

Saat Anda membelinya, daun ketapang biasanya dikeringkan, untuk memudahkan penyimpanan dan pengawetan jangka panjang. Fakta bahwa mereka mengalami dehidrasi akan mencegahnya tenggelam ke dasar saat Anda ingin menggunakannya. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat daun agar tetap tenggelam:

Anda bisa Merebusnya

Merebus daun ketapang akan membuatnya cepat tenggelam dalam air. Ini juga akan membuat mereka melepaskan sebagian besar tanin. Jika Anda memberi nilai tinggi pada aquarium supaya air tetap jernih, ini adalah pilihan terbaik Anda. Dengan cara ini, udang Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari biofilm dan elemen jejak di daun, dan Anda tidak akan mendapatkan sedikit warna pun di air Anda. Sisi negatifnya adalah Anda akan merebus sebagian besar sifat antijamur dan antibakteri dari daun ketapang Anda.

Anda Bisa Menempatkan Batu di Atasnya

Menimpanya dengan benda yang berat akan membuatnya tetap tenggelam sampai cukup terendam air untuk bertahan sendiri. Pada akhirnya, dedaunan akan mulai membusuk, tetapi jika Anda tidak ingin menunggu, atau Anda tidak ingin kesempatan acak menentukan di mana Anda akan meletakkan daunnya, ini bisa menjadi opsi yang bagus.

Anda Dapat Menempelkannya di Substrat

Biasanya, daunnya masih memiliki batang kecil tempat menempel pada cabang tempat mereka tumbuh. Anda dapat menggunakan potongan kecil ini untuk menempelkan daun di substrat atau menjepitnya di antara sedikit hardscape jika ada.

Anda Bisa Menunggu Sampai Tenggelam

Sejauh ini, hal termudah untuk dilakukan adalah memasukkannya ke dalam aquarium dan menunggu hingga tenggelam dengan sendirinya. Di aquarium, daunnya akan terendam air dan menyerap air tesebut higga jatuh ke dasar. Biasanya dibutuhkan waktu beberapa hari agar daunnya benar - benar tenggelam di dasar.

Apakah Perlu Menggunakan Daun Ketapang?

Anda tidak perlu memasukkan daun ketapang ke dalam aquarium udang hias Anda, udang adalah makhluk yang kuat dan dapat hidup dengan nyaman dalam kondisi yang kurang ideal, tetapi mereka akan mendapat banyak manfaat jika Anda melakukannya. Ini adalah salah satu hal ekstra yang dapat Anda berikan pada udang hias Anda yang dapat membuat mereka berkembang biak di dalam aquarium Anda daripada hanya bertahan hidup.

10 Pakan Udang Hias Neocaridina & Caridina Yang Mudah & Murah Didapat.

Udang Hias Caridina Makan Pakan Komersial
Pure Red Line (PRL) Shrimp Photo by Sanzeal
Halo sobat AquaAma yang suka dengan udang hias neocaridina maupun caridina. Bagi kalian pemula yang mau memelihara udang hias ini pasti binggung mau kasih pakan apa nih buat udangnya.

Kali ini AquaAma mau membahas 10 pakan udang hias caridina dan neocarida yang mudah dan murah didapat, kira-kira apa saja ya?

Udang adalah hewan omnivora loh sobat Ama, serta jangan lupa berikan pakan yang mengandung kalsium untuk pertumbuhan cangkang mereka.

Berikut ini 10 Pakan Udang Hias Caridina & Neocaridina Yang Mudah Dan Murah:

1. Daun Ketapang

Nah, daun yang satu ini selain bagus untuk menurunkan pH air dan anti-bateri, juga bisa jadi pakan untuk udang hias sobat Ama. Daun Ketapang (Indian almond leaves) juga bagus untuk akuarium terlihat natural, membantu memperkuat warna ikan dan udang, menggurangi stres, dan membantu meminimalisir segala penyakit ikan dan udang didalam akuarium.

Selain memakan daun Ketapang, minyak yang dihasilkan daun Ketapang (biofilm) juga menjadi makanan favorit untuk si udang hias sekaligus suplemen yang bagus. Daun ketapang sangat mudah ditemui di Indonesia, biasa di tanaman di pinggiran jalan dan sangat murah karena tidak perlu bayar hehehe.

2. Daun Pisang

Daun Pisang telah digunakan untuk udang sejak lama. Seperti daun Ketapang, daun Pisang juga untuk membantu dalam perawatan dan pencegahan penyakit. Daun Pisang juga membantu memberikan warna yang lebih intens untuk udang dan ikan Sobat. Daun Pisang untuk akuarium tidak begitu sering dipakai oleh sebagaian orang.

Daun pisang juga sering dijumpai diarea desa atau sawah mungkin ini solusi mudah dan murah untuk yang tinggal di desa, karna di kota mungkin harus beli dipasar dan itu pun daunnya masih segar.

3. Daun Bayam

Daun Bayam besar daun dalam artikel ini memiliki efek positif pada kondisi air, dan sumber makanan, bayam hanya makanan yang sangat baik untuk udang hias Sobat. Penuh dengan vitamin, mineral, dan kalsium, yang mereka butuhkan untuk cangkang mereka.

Jika Sobat memberikan daun Bayam untuk udang Anda, pastikan itu bebas insektisida dan pestisida. Satu cara mudah untuk menjamin bayam tanpa obat pestisida dan insektisida ini adalah Sobat menanam bayam sendiri. Dengan menanam bayam sendiri berarti dapat dengan mudah dan menghemat biaya.

Udang Sobat tidak hanya akan menyukai daun bayam segar tetapi juga bayam rebus atau beku dapat diberikan kepada udang hias Sobat.

Sobat dapat membuat bayam segar rebus sebelum menambahkannya ke tangki udang hias. Bayam beku, Sobat harus dicair dulu sebelum diberikan ke Udang. Masukkan sedikit air sampai mencair dan saring daun sebelum Anda menambahkannya ke akuarium Sobat.

4. Daun Jati

Daun jati memiliki efek yang sama dengan daun ketapang tetapi tanpa perubahan warna pada air akuarium. Daun jati mengandung zat tanin yang bisa dilepaskan ke dalam air setelah dimasukan kedalam akuarium. Zat ini berguna untuk menahan penyakit dan sedikit menurunkan pH air akuarium.

Membutuhkan waktu lama bagi daun jati untuk membusuk di dalam air, jika daun ketapang mebusuk setelah sekitar sebulan, daun jati membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Dengan cara ini, Anda bisa mendapat manfaat dari daun jati dalam berbagai tahap pembusukan di dalam air.

Daun jati juga sering di jumpai ditanam di pinggir jalan, sawah, dan hutan. Dan mungkin untuk area perkotaan dipasar, karna biasanya daun ini untuk bungkus makanan tradisional

Udang memakan daun jati yang sudah lunak dan dengan cara ini Sobat memiliki makanan untuk waktu yang lama. Berikan sekitar 1/4 daun jati kering untuk 40 liter air. Sobat dapat memotong daun dengan mudah menggunakan gunting/pisau/gergaji/benda tajam lainnya.

5. Daun Jambu Biji

Daun jambu biji adalah suplemen yang ideal untuk udang air tawar dan invertebrata lainnya. Daun jambu biji memiliki efek antibakteri terhadap cacing, infeksi, dan bakteri penyebab penyakit. Ia bekerja dalam mencegah bakteri Vibrio yang merupakan penyebab banyak penyakit udang.

Dalam banyak hal, mereka mirip dengan daun ketapang hanya lebih keras dan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membusuk. Mereka adalah sumber makanan alami yang baik untuk udang, lobster air tawar, siput, dan ikan sapu (pleco).

Daun jambu biji juga sangat mudah dijumpai disekitar kita, selain mudah didapat daun ini juga murah yakan hehehe.

Gunakan daun jambu biji segar dengan cara direbus hingga lunak, atau daun yang sudah kering. Satu daun jambu biji untuk 40 liter air.

6. Daun Jelatang

Setelah daun jambu biji, mungkin daun yang paling umum digunakan adalah daun jelatang untuk udang. Daun jelatang sangat kaya akan berbagai nutrisi, silikat, dan serat. Kandungan silikat yang tinggi sangat penting untuk udang. Silikat mendukung pelepasan dan penguatan cangkang luar udang. Nutrisi dan serat juga sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan udang. Serat merangsang saluran usus; dengan begitu, nutrisi bisa diserap lebih baik.

Daun jelatang mudah dijumpai di daerah pedesaan dan persawahan yang masih memilih lahan tanah luas karna tumbuhan ini dianggap hama.

Hampir sama dengan daun jambu dan bayam, sebaiknya daun direbus sampai lunak agar udang memakannya.

7. Wortel

Wortel adalah salah satu jenis sayur selain bayam yang bisa jadi alternatif makanan udang. Kita tahu wortel banyak mengandung Vitamin A ini juga memiliki kandung serat, protien, dan kalsium. Serat sangat penting untuk pencernaan, protein untuk pertumbuhan, dan kalsium untuk cangkang udang.

Wortel juga mudah didapatkan dipasar dan dapur karena biasa juga menjadi santap kita.

Diberikan secara segar maupun rebus ke udang juga boleh, cukup satu irisan bulat tergantung banyak udang yang kalian miliki.

8. Sawi (Caisim)

Sama halnya dengan daun bayam, Sawi juga memiliki kandungan kalsium yang tinggi dan bagus untuk cangkang udang Sobat. Sawi juga mudah didapatkan dipasar tradisional maupun modern.

Rebus daun sawi hingga lunak dan berikan satu daun saja, jangan memberi makan terlalu banyak jika udang sobat masih sedikit.

9. Timun

Timun/Mentimun mungkin juga menjadi solusi yang mudah didapat dan murah untuk pakan udang hias Sobat. Selain udang hias timun juga disukai oleh keong hias & ikan sapu (pleco). Kadungan kalsium pada timun juga sangat tinggi.

Rebus hingga lunak supaya mudah tenggelam, dan cukup berikan sedikit saja kalo koloni udang masih sedikit, overfeed bisa mendatangkan planaria yang dapat mengancam udang hias.

10. Zucchini

Hampir mirip dengan timun, zuchini atau timun jepang ini solusi untuk memenuhi kebutuhan protein udang hias Sobat. Untuk zuchini ini mungkin mudah didapat dipasar modern ataupun pasar tradisional yang besar.

Cara penyajiannya pun sama seperti timun, yaitu rebus terlebih dahulu sebelum diberikan ke udang hias.

Kesimpulan
Sobat dapat menemukan daun dan sayur dengan mudah dan murah untuk pakan udang hias, karena ada di sekitar Sobat tinggal di taman, jalan, sawah, dan alam. Ada banyak daun dan sayur dengan khasiat yang bermanfaat untuk udang hias yang mudah dan murah ditemukan disekitar. Saat mengumpulkan daun, cobalah untuk menjauh dari jalan yang sibuk, area industri, dan daerah di mana ada kemungkinan mereka telah menggunakan pestisida atau pupuk. Jika Anda ragu, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membelinya. Cobalah untuk membelinya dari toko yang Anda kenal atau baca ulasan toko untuk memastikannya dari sumber yang dapat diandalkan.

Q&A

Apakah saya perlu karbon di filter akuarium saya? Penggunaan karbon aktif dalam saringan Anda untuk akuarium udang Anda akan mengurangi atau menghilangkan efek menguntungkan dari daun seperti ketapang. Karena itu, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan karbon aktif di tangki udang Anda.

Bisakah saya menggunakan daun dari pohon buah untuk udang saya? Anda dapat menggunakan sebagian besar daun buah untuk udang Anda. Anda dapat menggunakan, misalnya, daun Cherry, Apple, Pear, dan Plum. Ketika Anda menggunakan daun pohon buah-buahan, Anda harus ekstra hati-hati. Pohon buah-buahan memiliki risiko tinggi dirawat dengan pestisida. Bahkan jejak pestisida atau pupuk dapat mematikan udang dan ikan Anda.

Sumber: Mr. Jaap / Google.
Rewrite: MiZ.

Tips Cara Memilih Pakan Ikan Mas Koki Untuk Pemula!



AQUA AMA - Kali ini mau berbagi tips nih cara memilih pakan ikan mas koki (goldfish) kalian supaya tumbuh sehat. Pakan ikan sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan mas koki sobat loh.

Jika sobat salah memilih pakan atau memberi makanan yang memiliki nilai gizi tidak sesuai kebutuhan si ikan juga dapat membuat ikan sakit dan mati loh sobat. Jadi memilih pakan untuk mas koki sobat sangatlah penting.

Ikan mas koki bisa menerima pakan jenis sepihan (flake), pelet. dan juga bentuk jel. Terpenting pada saat sobat memiliki pakan perhatikan nilai kandungan gizi pada label pakan, karena sangatlah penting untuk si ikan untuk petumbuhan, prosses warna, dan kesehatan juga tentunya.

Mas Koki Mata Teleskop (Telescope Eye Goldfish)

Bagaimana Memilih Pakan Mas Koki

Ada beberapa pertimbangan saat memilih pakan untuk ikan mas koki mu. Terpenting adalah memperhatikan nilai gizi pada pakan mas koki.

Berbicara tentang pakan mas koki, ikan ini menerima pelet, flake (serpihan), serta pakan hidup atau sobat bisa membuat pakan olah sendiri.

Penting untuk mengetahui kandungan gizi protein, lemak, serat, dan kabohidrat pada pakan ikan mas koki. Kandungan tersebut dibutuhkan karna ikan membutuhkan energi untuk tumbuh, berkembang biak, dan kesehatan si ikan.

Kabohidrat adalah yang terpenting pada pakan ikan mas koki. Beberapa pakan pasaran sering menambahkan gula sukrosa atau bahan nabati seperti kacang hijau yang mengandung beragam karbohidrat kompleks dan sederhana.

Protein juga dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan mas koki, terpenting pakan mengandung serat agar ikan mas koki sobat sehat dan tidak memiliki gangguan pencernaan.

Sobat harus menghindari pakan ikan mas koki yang mengandung kedelai dan biji-bijian seperti jelai, beras, tepung terigu dan gluten gandum (apa pun dengan gluten) tidak termasuk dalam makanan mereka.

Berapa Lama Ikan Mas Koki Bisa Bertahan Tanpa Makanan?

Ikan mas koki  adalah ikan yang sangat kuat dan dapat bertahan lama tanpa makanan. Ikan mas terlama yang diketahui tanpa diberi makanan adalah selama 134 hari.

Bisakah Ikan Mas Koki Makan Pakan Ikan Tropis?

Makanan untuk ikan tropis sangat mirip dengan makanan ikan mas koki dan umumnya dapat memberikan nutrisi serupa dalam jangka pendek. Namun, ikan tropis membutuhkan lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat.

Karena itu, ikan mas koki tidak akan melakukan diet jangka panjang dengan baik dan itu akan sangat mengganggu kesehatan mereka.

Bisakah Ikan Mas Koki Makan Pakan Cupang?

Tentu saja, tidak.

Ikan cupang dan ikan mas koki adalah ikan yang sangat berbeda, dari jalur pencernaan mereka sampai kebiasaan makan mereka. Ikan mas memiliki pencernaan yang lambat dan jangka panjang dan merupakan omnivora. Padahal ikan cupang adalah karnivora dan membutuhkan diet protein tinggi.

Mengapa Ikan Mas Koki Tidak Makan?

Biasanya karena kualitas air yang buruk atau ikan terserang penyakit. Jika sobat memperhatikan bahwa ikan mas koki sobat berenang dengan cara yang aneh (dari berenang menyamping menjadi mengambang terbalik), kemungkinan ikan itu berenang karena penyakit kandung kemih karena makan berlebihan.

Alasan lain bisa berupa sembelit - Sobat akan melihat ini jika ikan mas koki berenang di bagian bawah tangki, bergerak maju. Dalam kedua kasus tidak ada makanan selama 48 jam atau kacang polong (pakan yang mengadung serat).

Kesimpulan

Sobat ingin memberi makan pakan ikan mas sobat yang memenuhi kebutuhan diet mereka.

Ingat juga dapat memberi pakan tambahan untuk ikan mas koki sesekali, ini bertujuan agar ikan sehat dan bahagia.

Memberi makan berlebih adalah salah satu dilema terbesar. Berapa banyak, terlalu banyak, atau tidak cukup? Dalam hal ini lebih sedikit lebih baik. Memberi makan berlebihan dapat menyebabkan masalah serius yang tidak selalu mudah dipecahkan.

Cara Membuat Air Hijau Untuk Pakan Kutu Air / Daphnia Magna


Halo sobat Aqua Ama, kali ini Ama mau bagi tips nih buat yang pengen kultur atau budidaya pakan hidup daphnia magna maupun kutu air (moina macrocopa).

Pakan hidup mengandung gizi yang tinggi loh untuk ikan hias kesayang sobat, so kenapa gak budidaya pakan sendiri supaya hemat.

Kali ini tips dari Ama adalah cara kultur atau membuat air hijau (green water) sebagai pakan untuk kutu air dan daphnia magna. Pasti kalian bertanya perlu starter enggak sih untuk air hijau? Sebernarnya gak perlu juga sih.

Baca Juga: Ciri Ikan Guppy Sakit & Cara Mengobatinya Dengan Benar!

Selama saya praktikkan sendiri saya hanya mengunakan air bekas ikan atau air baru, usahakan air terkena sinar matahari / lampu selama 8 jam lebih setiap hari. Micro algae (green water) akan tumbuh dengan sendirinya.

Jangan lupa untuk selalu mengaduk air tersebut, supaya micro algae tidak mengumpal. Sobat bisa memberi pakan pelet halus untuk mempercepat pertumbuhan.

Sobat bisa menggunakan air hijau (green water) ini nsebnagain pakan untuk kutir / daphnia pada hari keempat, tapi saya saran kan pada hari ketujuh karna warna akan semakin hijau pekat.

Usahakan sisakan sebagian sebagai starter untuk proses pembuatan pakan minggu berikutnya supaya kutir / daphnia nya tidak kelaparan. Selain sebagai pakan kutir & daphnia, green water juga bagus untuk anak ikan hias seperti Guppy, Koki dan ikan omnivora lainnya.

Selain air akan berubah hijau dan sobat rajin mengaduk air agar tidak ada gumpalan, biasanya pada dasar budidaya air hijau juga akan ada pakan hidup lainnya yaitu Cacing darah. Cacing darah suka membuat sarang pada gumpalan algae pada dasar kultur air hijau sobat.

Baca Juga: Kultur Cacing Darah Paling Mudah!

Cacing darah juga bagus untuk pakan ikan hias sobat. Sekian artikel dari Aqua Ama semoga bermanfaat. 

5 Pakan Alami Ikan Guppy Yang Mudah Didapat

Hai sobat Aqua Ama & Guppy lovers, pasti kalian yang baru mulai ingin merawat atau berternak ikan guppy binggung mau kasih pakan apa?

Tenang Aqua Ama akan kasih solusi buat kalian kok, kali ini kita akan bahas 5 pakan ikan guppy alami yang mudah didapat, kira-kira apa saja sih yang disukai oleh ikan yang bernama latin Poecilia reticulata ini. Yuk simak baik-baik.


Baca Juga: Cara Budidaya Cacing Darah Untuk Pemula!

1. Larva Nyamuk (Mosquito Larvae)
Yup, ikan guppy suka larva nyamuk guys dialam liar sana larva nyamuk adalah pakan alami mereka. Larva nyamuk banyak kita jumpai di dalam wadah yang berisi di tempat yang lembab, selokan, aliran pembuangan, serta kolam yang banyak sampah.

Jadi sebelum diberikan ke ikan guppy sebaiknya larva nyamuk dibersihkan terlebih dahulu (itupun tergantung dimana kalian mengambil larva nyamuk tersebut), rendam menggunakan air yang dicampur obat Methylene blue (obat biru) atau Acriflavine. Rendam semalam supaya bakteri jahat yang menepel pada larva nyamuk mati, setelah itu baru kasih ke ikan sebagai pakan.

2. Cacing Sutra (Tubifex worms)
Pakan yang satu ini juga mudah didapat, sama halnya dengan larva nyamuk. Cacing sutra biasanya berkembang biak di parit, selokan dan saluran air yang kecil perpasir atau berlumpur.

Menurut para guppy lovers senior cacing sutra bagus untuk pertumbuhan badan siguppy, tapi ingat sebelum diberikan ke ikan pastikan cacing sutra benar-benar bersih dan di endapkan mengunakan Methylene blue atau Acriflavine supaya guppy kesayang tidak terkena penyakit.

3. Kutu Air / Waterflea (Moina sp.)
Jika kalian tinggal didaerah yang masih banyak sawah, kolam dan dekat dengan rawa mungkin Kutu Air ini mudah didapat.

Syaratnya cuma butuh seser yang dengan lubang/pori halus, karena ukuran kutu air ini hanya 0.5 - 1 mm saja. Kutu Air biasanya muncul ke permukaan pada pagi dan sore hari saja.

Tapi bagi yang tidak mau repot kesawah mungkin bisa membeli ditoko ikan atau kultur/budidaya dirumah bisa membeli starter telur di Tokopedia.

Baca Juga: Cara Budidaya Kutu Air (Kutir) Moina Sp. 

4. Cacing Darah (Bloodworm)
Cacing darah ini juga mudah didapat biasanya penjual di toko ikan menjualnya dalam keadan sudah beku (pakan beku). Jika dialam cacing darah biasanya dia perairan berlumpur.

Tapi jika kalian ingin mencoba di rumah cukup sediakan bak isi dengan air dan dedaunnan biasanya akan ada kotoran didasar seperti jalan dan ada lubang di tengah. Itu adalah cacing darah cukup aduk hingga kotoran hancur dan cacing pun akan keluar.

5. Dahpnia Magna (Kutir Raksasa)
Kutu air jenis ini berasal dari Amerika selatan bedanya dengan Kutu air Moina adalah ukurannya dimana Daphnia berukuran 1 sampai 5mm pada ukuran dewasa.

Jika ini mengunakan pakan ini kalian cukup tempat untuk budidaya dan starter untuk budidaya, banya breeder dan toko ikan hias yang menjual starternya.

Baca Juga: Budidaya Daphnia Magna Untuk Pemula!

Cara Kultur Kutir (Moina sp.) Mudah Dan Murah!

Halo Sobat Aqua Ama, kali ini mau bahas cara kultur kutir (kutu air) Moina macrocopa (Daphnia Moina sp). Apa itu Moina macrocopa? zooplankton yang memiliki ukuran dan kadar protein yang mirip dengan nauplii Artemia.


Apakah Daphnia Moina dan Daphnia Magna sama?
Tidak, yang membedakan mereka adalah ukurannya. Moina kira-kira setengah dari panjang anakan  Daphnia Magna. Moina dewasa (700-1.000 μm) lebih panjang dari artemia yang baru menetas (500 μm) dan sekitar dua hingga tiga kali panjang rotifera dewasa.

Moina dapat ditemukan di seluruh perairan air tawar seperti danau, rawa, waduk dan kolam. Suhu perairan ideal bagi pertumbuhan moina berkisar 24-30oC dengan pH 6,5-7,5. Sama dengan daphnia, moina juga bisa berkembang biak secara aseksual dan seksual. Siklus hidup moina jauh lebih pendek yaitu sekitar 13 hari. Dengan kemampuan bereproduksi sekitar 32 ekor per hari.

Bagaimana Cara Budidaya / Kultur Kutu Air ini?
Siapkan alat dan bahan:
1. Starter Moina (dalam bentuk ephipa/telur).
2.  Pupuk pilih salah satu saja:
     - Organik (Kotoran Ayam 2kg/m2).
     - Anorganik (Urea dan TSP), Chlorella sp. dan EM4 Perikanan.
3. Pakan Moina: Dedak, protein tepung kedelai atau tepung ikan.

Cara:

  1. Keringkan terlebih dahulu dasar kolam dengan dijemur selama 2-3 hari. Kemudian lakukan pengapuran dengan dosis 1-2 kg/m2.
  2. Kemudian tambahkan pupuk untuk menumbuhkan pakan plankton sebagai makanan moina nanti. Jenisnya bisa pupuk kandang, seperti kotoran ayam sebanyak 2 kg/m2. Biarkan selama 3-5 hari. Sama halnya juga jika mengunakan Urea + TSP + EM4 + Chlorella sp.
  3. Genangi kolam dengan air bersih sedalam 30 cm dan diamkan lagi selama 2-4 hari. Air kolam akan berubah menjadi cokelat kehijauan. Warna tersebut merupakan pertanda plankton dan tumbuhan renik lainnya telah berkembang dalam kolam. Penuhi kolam dengan air hingga ketinggian 50-60 cm.
  4. Kolam siap ditebari dengan bibit moina yang telah ditetaskan atau yang berasal dari alam. Dalam satu minggu akan terlihat warna kemerahan di permukaan kolam. Hal ini menandakan kutu air telah berkembang.
  5. Perkembangbiakan kutu air akan mencapai puncaknya setelah 7-11 hari. Panen dilakukan dengan mengambil kutu air dengan jaring halus.
  6. Cuci kutu air dengan air bersih sebelum diberikan pada ikan.
Meneliti Kualitas & Kuantitas Ephipia (Telur) Moina

1. Mengkaji kualitas dan kuantitas pakan terhadap pertumbuhan populasi, efisiensi pakan dan status gizi serta produksi anak jantan dan ephipia Moina;

2. Mengkaji kepadatan induk budidaya Moina untuk menghasilkan anak jantan dan betina yang menghasilkan ephipia;
3. Mengkaji peningkatan produksi anak jantan dan ephipia menggunakan kombinasi beberapa faktor induksi, yaitu kuantitas pakan, kepadatan, “kairomon” feses ikan mas dan oksigen terlarut;
4. Mengkaji peningkatan kualitas dan kuantitas ephipia Moina dengan penambahan sumber asam lemak n-3 di pakan. 

Penelitian terdiri atas tiga tahap penelitian: 
1. Evaluasi pemanfaatan suspensi dedak dan ketela pohon pada populasi produksi anak jantan dan ephipia Moina macrocopa.

2.a. Kepadatan induk Moina untuk menghasilkan anak jantan dan betina yang menghasilkan ephipia.
2.b. Peningkatan produksi anak jantan dan ephipia Moina melalui kombinasi kepadatan induk, konsentrasi pakan, feses ikan mas dan oksigen terlarut.

3. Peningkatan nilai derajat penetasan ephipia Moina melalui penambahan sumber asam lemak n-3 di pakan.

Budidaya Moina menggunakan pakan suspensi dedak dengan kandungan protein 11,16 % dan lemak 10,62 % menghasilkan populasi, produksi anak per induk, persentase dewasa dan biomasa yang lebih tinggi dibanding menggunakan pakan supensi ketela pohon. Moina yang dibudidaya dengan pakan suspensi dedak, memiliki konversi pakan yang lebih rendah, total RNA, total DNA dan nisbah RNA/DNA, serta konsentrasi protein dan asam amino yang lebih tinggi dibandingkan moina dengan pakan suspensi ketela pohon. 

Budidaya Moina menggunakan pakan suspensi dedak dapat anak jantan dan ephipia, sedangkan budidaya Moina menggunakan pakan suspensi ketela pohon tidak menghasilkan anak jantan dan ephipia. Dari penelitian ini didapatkam konsentrasi pakan suspensi dedak untuk menghasilkan produksi anak jantan (504 ind/L) dan konsentrasi pakan suspensi dedak untuk menghasilkan ephipia. Kedua konsentrasi tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan kepadatan induk optimal untuk produksi ephipia dan anak jantan yang lebih tinggi.

Budidaya Moina dengan kepadatan induk 660 ind/L menghasilkan produksi anak jantan dan ephipia yang tinggi. Budidaya Moina dengan kepadatan induk 660ind/L menggunakan pakan yang tinggi (induksi ephipia) menghasilkan total produksi ephipia (3052 ±199 butir/L) yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan pakan yang lebih rendah (induksi ephipia) (663±5 butir/L). Produksi anak jantan yang rendah (48±6 ind/L) dan nisbah jantan betina yang rendah (<1,00%), menyebabkan produksi ephipia berisi dua telur yang rendah, sebesar 14,22± 2,08%, sebaliknya budidaya Moina dengan konsentrasi suspensi dedak yang rendah dengan total produksi anak jantan yang tinggi (116±9 ind/L) dan nisbah jantan betina yang tinggi (±4,00%) menghasilkan produksi ephipia berisi dua telur yang tinggi (78,29±2,41%). 

Faktor induksi kepadatan induk dan konsentrasi pakan selanjutnya akan dikombinasikan dengan faktor induksi lain yaitu “kairomon feses ikan mas dan kelarutan oksigen untuk meningkatkan produksi anak jantan dan ephipia Moina. 

Budidaya Moina dengan kepadatan induk 660 ind/L menggunakan aerasi dan pakan suspensi dedak yang dikombinasikan dengan feses ikan mas (kairomon) konsentrasi induksi ephipia, menghasilkan produksi total ephipia yang lebih tinggi (6069±453 butir/L). Produksi anak jantan meningkat sebanyak 253±26 ind/L pada budidaya Moina dengan kepadatan induk 660 ind/L menggunakan pakan suspensi dedak konsentrasi induksi anak jantan dengan tanpa penambahan aerasi.

Peningkatan produksi anak jantan meningkatkan produksi ephipia berisi dua telur, tetapi tidak
 mempengaruhi derajat penetasan ephipia (6,5-18%). Peningkatan kualitas dan kuantitas ephipia Moina dapat dilakukan dengan peningkatan asam lemak n-3 suspensi dedak melalui substitusi dengan sumber pakan yang kaya asam lemak n-3 (tepung ikan).

Subtitusi suspensi dedak dengan suspensi tepung ikan sebesar 30% dan 40% dalam perkawinan Moina menghasilkan produksi ephipia dengan derajat penetasan yang tinggi. Subtitusi suspensi dedak dengan suspensi tepung ikan sebesar 30%, meningkatkan konsentrasi asam lemak n-3 pada telur ephipia, diduga menjadi salah satu sebab meningkatnya derajat penetasan ephipia hingga sebesarr 55,7-55,9%.

Subtitusi suspensi dedak dengan suspensi tepung ikan sebesar 30% dan 45% dalam perkawinan Moina menghasilkan produksi ephipia dengan derajat penetasan yang tinggi. Subtitusi suspensi dedak dengan suspensi tepung ikan sebesar 30%, meningkatkan konsentrasi asam lemak n-3 pada telur ephipia, diduga menjadi salah satu sebab meningkatnya derajat penetasan ephipia hingga sebesarr 55,7-55,9%.

Sumber: 

Budidaya Cacing Darah Paling Mudah Untuk Pemula!

Cacing darah (Chironomus sp.)
Merupakan salah satu jenis pakan hidup untuk ikan hias yang tentunya banyak dikenal dikalangan para pencinta Aquarist dan Breeder ikan hias. Cacing darah merupakan pakan favorit bagi ikan cupang dan guppy.

Cacing darah disebut juga bloodworm dan merupakan pakan alami seperti kutu air daphnia magna maupun cacing sutra. Cacing darah seratus persen bukanlah cacing sutra, karena cacing darah berasal dari larva serangga ordo diptera atau nyamuk chironomus.

Nyamuk ini merupakan nyamuk pengisap madu bunga atau nektar dan bukan penghisap darah. Jenis nyamuk ini juga tidak menggigit untuk menghisap darah sebagaimana nyamuk lainnya. Sehingga dengan demikian tentunya keduanya berbeda meskipun sekilas secara penampakam keduanya sama. Dan bahkan kadang banyak yang kerap salah mengartikan. Berikut ini tata cara budidaya cacing darah.

1. Pembibitan Cacing Darah
Tahap awal budidaya cacing darah adalah pembibitan sebagaimana pembibitan daphnia magna. Pada tahap ini anda dapat memperoleh bibit dengan mudah dengan membelinya di pasar atau toko penjualan bibit. Pastinya banyak yang menjual bibit cacing darah sebab budidaya cacing darah sudah cukup marak dilakukan.


Anda bisa mendapatkan bibit cacing darah dengan mudah di lokasi persawahan dengan mudah. Namun, tentunya kualitas bibit bervariasi, padahal untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal tentunya harus menggunakan bibit yang berkualitas. Kriteria bibit cacing darah berkualitas meliputi hal berikut :
  1. Bibit cacing berkualitas ditunjukkan dengan daya tahan hidup yang tinggi.
  2. Bibit cacing darah biasanya tenggelam dibawah permukaan air seperti rambut-rambut yang kusut.
  3. Cacing aktif bergerak dan memiliki pergerakan yang maksimal.
  4. Pisahkan antara cacing dan bagian ari cacing kemudian pindahkan kewadah air yang bersih.
  5. Proses ini disebut dengan proses karantina hal ini dilakukan untuk menghindarkan cacing darah dari kontaminasi bakteri.
  6. Proses karantina biasanya memakan waktu 2-3 hari, selama waktu tersebut sebaiknya air dalam wadah selalu dialiri air dengan aliran rendah.
  7. Pastikan bahwa air didalam wadah selalu mengalir untuk bisa menyediakan oksigen yang baik.
  8. Jika kadar oksigen di dadal wadah berkurang maka tambahkan aerator kendalam wadah.


2. Pembuatan Media Perkembangbiakan
Tahap selanjutnya yaitu mempersiapkan media perkembangbiakan. Pada tahap ini anda bisa memilih salah satu jenis media, yakni ingin mengembangbiakan di media lumpur atau juga media air. Namun, lebih mudah jika dikembangbiakan menggunakan dengan media air sebab pastinya akan lebih mudah mendapatkan media air berkualitas ketimbang media lumpur.

Berikut tahapan pembuatan media perkembangbiakan cacing darah menggunakan air:
  1. Persiapkan nampan atau box berukuran besar.
  2. Gunakan air bersih yang berkualitas baik.
  3. Kondisikan air didalam wadah selalu mengalir, sehingga anda tidak perlu terus-menerusan melakukan penggantian air.
  4. Susun nampan dengan rapi agar aliran air dapat mengalir lancar dan tidak macet.
  5. Letakkan saluran air pada bagian rak nampan paling atas, dan lakukan hal yang sama untuk rak dibawahnya.


3. Pemindahan Bibit 
Setelah media siap, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pemindahan bibit. Pemindahan dilakukan dengan hati-hati sebab tentunya jika dilakukam dengan sembarangan maka akan dapat merusak kualitas bibit. Selain itu pemindahan harus dilakukan secara tepat agar bibit tidak mati saat dipindahkan. Langkah pemindahan bibit dapat dilakukan denhan cara berikut :

  1. Siapkan sendok atau jaring kecil sebagai alat bantu untuk proses pemindahan bibit.
  2. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar cacing tidak mengalami stres.
  3. Jangan langsung memegang bibit cacing darah, namun gunakan alat yang ada, sebab kontak dengan tangan dengan suhu tubuh dapat mengagalkan proses budidaya dan menyebabkan bibit terkontaminasi.
  4. Lakukan pemindahan bibit dengan cepat agar bibit tidak mengalami stres.


4. Perawatan dan Pemeliharaan
Perawatan dan pemeliharaan pada budidaya cacing darah ini meliputi beberapa hal sebagaimana cara budidaya kutu air dapnia dengan susu, antara lain sebagai berikut :
  • Kondisi Air
    Tahap pertama adalah perhatikan kondisi air yang ada didalam wadah. Kondisi air harus dijaga sebersih mungkin, sebab cacing darah membutuhkan air yang bersih untuk menghasilkan kualitas panen yang baik. Pastikan bahwa aliran air lancar dan tidak tersendat atau macet. Sebab air yang macet dapat menggurangi kadar oksigen yang ada di dalam air. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan masalah yang serius dalam budidaya cacing darah seperti kematian bibit cacing.
  • Pemberian Pakan
    Tentunya agar tetap bertahan hidup cacing darah membituhkan makanan untuk bisa terus melakukan proses peekembangbiakannya. Tentunya pakan yang diberikan juga tidak sembarangan sebab membutuhkan penanganan yang khusus. Sebagai sumber nutrisi bagi cacing darah, berikut jenis dan cara pemberian pakan yang baik :

    - Pakan yang diberikan dapat berupa pakan organik cacing darah yang sudah difermentasikan.
    - Tekstur pakan haruslah lembut, lembek dan mudah dihancurkan.
    - Anda juga bisa memberikan pakan ampas tahu yang tentunya sudah difermentasi.
    - Selain kandungan protein yang tinggi, ampas tahu ini juga memiliki jamur yang sangat disukai dan bermanfaat baik bagi tambahan nutrisi cacing darah.
    - Tanbahkam tepung ikan yang tentu dapat dengan mudah anda temukan di pasar.
    - Pemberian pakan dilakukan sampai dengan cacing darah berumur 10-12 hari setelah pemindahan bibit tanaman.
    - Setelah lewat dari umur tersebut maka pakan dapat diganti dengan jenis pakan sayuran dan kotoran ayam yang sudah difermentasikan.

5. Pemanenan
Tahapan akhir dalam budidaya adalah pemanenan. Tentunya yang diharapkan adalah panen dengan kuantitas banyak dan kualitas yang terbaik. Sebagai pakan ikan tentunya cacing darah diberikan dalam keadaan hidup, pastinya dibutuhkan penanganan khusus untuk mendapatkan kualitas terbaik. Tahapan pemanenan dilakukan melaui tahaoan sebagai berikut :

  1. Usia ideal panen untuk budidaya cacing arah adalah 70-75 hari setelah pemindahan bibit.
  2. Pemanenan dilakukan dengan cara mengurangi jumlah koloni yang ada di dalam wadah.
  3. Siapkan kain gelap yang dapat menutip seluruh permukaan nampan.
  4. Pastikan setiap wadah nampan tertutup dengan sempurna.
  5. Jika tidak memiliki kain gelap maka cukup letakkan napan dalam ruangan gelap selama 5-6 jam.
  6. Selanjutnya pisahkan dengan hati-hati Dan gunakan jaring atau sendok untuk memanen cacing darah.
  7. Simpan hasil panen di dalam air bersih dan segera jual agar kualitasnya tetep terjaga.

Perlu diketahui pula cacing darah memiliki kandungan gizi dan asam amino yang tinggi dimana pakan ini bagus untuk pembesaran ikan hias anda. Berikut ini tabel kandungan gizi dari Cacing Darah:
Bahan Penyusun Kandungan Gizi (%)
Protein 60,9
Lemak 16,3
Serat 0,9
BETN 13,5
Abu 8,1

Cara Kultur Infusoria untuk Burayak Ikan Cupang atau Ikan Hias Lainya

Apakah Anda binggung ketika memiliki burayak Ikan Cupang / Ikan Hias lainnya yang ukuran kecil. Binggung karena tidak tahu, burayak ini harus diberi pakan apa, sedangkan ukuran burayak sangat kecil yaitu 3 mm. Namun tenang Anda tidak perlu kuatir, dan anda tidak perlu untuk pergi ke sawah, rawa, atau selokan untuk mencari pakan alami untuk burayak ini.

Infusoria, seperti Debu putih dalam air
Burayak adalah istilah untuk anakan ikan hias berumur 0 – 3 bulan. Ukurang yang sangat kecil membuat anda tidak bisa memberikan makanan seperti cacing sutra, cacing darah, atau jentik nyamuk.

Anda dapat membuat sendiri makan burayak, atau sering disebut kultur atau membudidayakan. Berhubung, burayak sangat kecil maka kita akan membudidayakan Infusoria. Apa itu Infusoria ?

Infusoria adalah istilah yang digunakan untuk menyebut mahkluk hidup kecil di air tawar, mahluk hidup ini berupa Ciliates, Euglenoids, Protozoa, Invertebrata Kecil.

Infusoria diberikan kepada burayak yang sudah berumur 3-4 hari. Anda tidak bisa langsung memberikan burayak makanan setelah mereka menetas, karena burayak memiliki persediaan kuning telur di perut mereka.

Infusoria diberikan sampai dengan berumur 1 bulan, setelah itu anda cupang boleh diberikan kulu air atau microworm. Setelah cupang berumur 2 – 3 bulan. Baru cupang bisa diberi makanan berupa, cacing sutra, cacing darah, atau jentik nyamuk.

Artikel kali ini kita akan membahas cara mudah kultur infusoria dengan kol atau sawi.
Bahan yang harus dipersiapkan :

  • Kol atau Sawi yang telah direbus, akan lebih bagus bila kol atau sawi nya sudah berkeadaan busuk sehingga anda tidak perlu merebusnya. Selain kedua bahan tersebut, Anda juga dapat menggunakan sayuran hijau lainya.
  • Gelas atau wadah untuk kultur.
  • Air akuarium anda atau bila anda memiliki tempat penyaringan di akuarium anda dapat menggunakan air dari perasan tempat penyaringan. Air ini berfungsi sebagai starter, air yang kotor tersebut berisikan influsoria.
  • Kain peras.

Cara Kultur Infusoria

Penerapan :
  • Masukan air akuarium ke dalam gelas atau wadah kultur.
  • Ambil kol atau sawi yang telah direbus atau sawi busuk, dan peras untuk diambil airnya.
  • Masukan air bekas perasan ke dalam wadah kultur berisikan air akuarium, dan jangan lupa masukan juga kol atau sawi yang telah diperas ke wadah kultur.
  • Letakan wadah kultur di tempat yang tidak terkena langsung sinar matahari dan diamkan selama tiga hari. 
  • Setelah tiga hari permukaan wadah kultur akan dipenuhi oleh hewan kecil kecil berwarna putih. Jika sudah terlihat maka Infusoria siap untuk dibuat sebagai pakan burayak.
  • Untuk memberi makan gunakan sendok atau pipet. Dan pastikan Anda memberikan burayak makanan secukupnya.


Berikut artikel dari kami, sangat mudah dan murah bukan. Jangan lupa memberikan komentar untuk artikel atau website ini. Terimakasih!

Daphnia Magna: Perawatan dan Budidaya untuk Pemula!

Daphnia Magna (Kutu Air Raksasa)
Daphnia Magna (DM) merupakan pakan terbaik untuk ikan hias Anda, karena memiliki kandungan protein dan vitamin yang sangat tinggi. DM sendiri berasal dari Amerika utara , yang akhir-akhir banyak di budidayakan oleh para penghobi cupang hias. Bagi para hobies cupang hias membudi daya Daphnia magna adalah suatu keharusan, karena DM memiliki banyak sekali keunggulan di banding dengan jenis pakan alami lainnya. Adapun keunggulan dari DM adalah sebagai berikut :
  • Ukuran DM lebih besar dari kutu air lokal
  • DM dewasa yang berumur 10-14 hari dapat berkembang biak hingga 300%
  • DM sangat mudah dikultur dan cenderung lebih bandel sehingga dapat di kultur di media budi daya jenis apapun
  • Tidak membuat air keruh
  • Kuat di budidayakan di musim apapun
  • Cara Kultur Daphnia Magna


DM dapat dikultur di media apapun baik ember, baskom, aquarium maupun kolam semen, tambahkan aerasi (pompa udara) jika kultur secara indoor.Untuk mengawali kultur sebaiknya menggunakan air endapan minimal 1 hari, hindari penggunaan air PAM karena mengandung banyak chlorine atau kaporit. Tambahkan pupuk kandang ke dalam media kultur kemudian diendapkan kembali selama 3 hari atau lebih dan biarkan air endapan terkena sinar matahari langsung jika masih musim kemarau.. Lama kelamaan pada media kultur akan muncul alga yang membuat air menjadi hijau sehingga di sebut Green Water. Alga yang muncul di media kultur merupakan pakan pertama untuk DM, di hari berikutnyak masukkan starter DM kedalam media kultur jika air dalam media kultur berubah menjadi bening berarti pakan untuk DM sudah mulai habis, segera berikan pakan tambahan agar DM dapat berkembang biak dengan cepat, adapun pakan untuk DM antara lain adalah :
  • Green Water (air hijau)
  • Ragi
  • Susu bubuk
  • Infusoria
  • Kotoran Hewan
  • Mikroba
  • Zooplankton
  • Pupuk kandang
  • Air limbah sayuran
  • Rotifera

Saya pribadi lebih suka memberi pakan berupa susu bubuk atau ragi, tambahkan susu bubuk atau ragi ke dalam media kultur secukupnya. Karen jika pakan terlalu banyak akan mengakibatkan DM mati. Jika kultur sukses maka setelah 7 hari DM akan berkembang biak hingga 300%

Selamat Mencoba sahabat Aqua Ama!!

5 Jenis Pakan Ikan Hias dan Nutrisinya

Aqua Ama akan membahas 5 Jenis Pakan Ikan Hias dan Nutrisinya ini adalah informasi terbaru yang bisa Anda baca di artikel kali ini.Seperti yang Anda duga, ikan yang berbeda memiliki diet yang berbeda. Makanan komersial mengandung hal-hal yang lebih buruk daripada yang Anda ketahui, dan beberapa ikan memiliki persyaratan diet yang sangat spesifik.

Ikan Mas Koi

Jadi bagaimana Anda memilih nutrisi yang harus diberikan? Dalam artikel ini kami akan memberikan 5 Jenis Pakan Ikan Hias yang bisa Anda berikan kepada ikan peliharaan Anda. (Termasuk yang sulit diucapkan pada daftar bahan yang tidak Anda kenali!)

Metode Makan Ikan
Secara umum, ada pakan ikan atas, pakan ikan tengah, pakan ikan bawah, dan grazer atau pemamah.
  • Pakan Ikan Atas : Bettas, uramis, hatchetfish, dan semua terlihat ke atas untuk memberi makan.
  • Pakan Ikan Tengah : Tetras, barbs, cichlid, Damsels, Clowns, dll. Semua makan di tengah kolom.
  • Pakan Ikan Bawah : Corydoras, loaches, dan Jurapari semua menyaring sekitar lantai akuarium untuk makanan.
  • Grazer / Pemamah : Loricariidae catfish, beberapa loaches, tangs, beberapa cichlids Afrika, dan banyak blennys merumput untuk makanan di permukaan akuarium Anda.

Jadi jenis makanan apa yang terbaik untuk setiap jenis ikan Anda? Mari kita lihat daftar bawah ini.

5 Jenis Makanan Ikan Aquarium:

Pakan Hidup
Bloodworm (Cacing Darah) dan Daphnia

Makanan hidup, hidup! Mereka mempertahankan semua nutrisi asli mereka tetapi memiliki beberapa kekurangan juga. Beberapa makanan hidup harus dianggap sangat bergizi dan selalu diberikan preferensi! Namun, yang lain harus selalu dihindari.

Makanan hidup seperti blackworm, bloodworms, daphnia, udang air asin, udang hantu, cyclop, copepoda, dll. Semua pilihan yang baik untuk banyak ikan. Mereka berbeda dalam ukuran vasty meskipun begitu nutrisi pada pakan hidup ini sangat tinggi. 

Contoh: Daphnia yang sangat kecil dapat diberikan kepada ikan yang berukuran kecil seperti Guppy, Tetra, Betta karna mereka bisa menangkapnya dengan mulut kecil mereka, udang mysis berukuran sedang dan bagus untuk ikan yang lebih besar.

Makanan Komersial Kering / Pakan Ikan Kering (Pelet)
Pelet

Makanan berbumbu ini adalah makanan terapung yang terbuat dari tepung ikan, makanan cumi, ragi bir (sumber vitamin B dan protein), bungkil kedelai, dan diperkaya dengan vitamin dan mineral. Mereka juga memiliki umur pendek. Setelah paket dibuka, mereka hanya mempertahankan gizi mereka selama satu bulan.

Jadi, hanya membeli apa yang akan Anda lalui dalam 30 hari. Ini adalah makanan pokok untuk hampir semua ikan yang biasa disimpan tetapi terutama bagi mereka yang makan di atas akuarium. Cocok untuk ikan air tawar atau air asin.

Makanan Gel Komersial / Pakan Gel untuk Ikan
Pakan Gel


Makanan gel biasanya terbuat dari bahan yang sama yang terbuat dari makanan kering, hanya dengan pengawet yang lebih sedikit. Ini diikat oleh permen kacang Carob (kacang gondong), agar-agar, atau gelatin.

Kualitas bervariasi menurut merek, tetapi beberapa tentu cukup bergizi untuk mempertimbangkan makanan pokok bagi banyak ikan. Beberapa ada yang dijual beku, dengan beberapa suhu ruangan, dan lainnya adalah bubuk kering yang Anda campurkan dengan air.

Makanan Beku Kering

Pengeringan beku telah digunakan untuk mengawetkan makanan untuk waktu yang lama. Ini adalah proses pembekuan makanan dengan cepat, kemudian mengurangi tekanan sekitarnya untuk menghilangkan air beku dengan sublimasi.

Ini mempertahankan makanan untuk waktu yang sangat lama. Namun, Anda kehilangan beberapa vitamin dalam prosesnya. Makanan kering beku juga lebih padat, mengemas lebih banyak kalori dalam jumlah yang lebih kecil.

Makanan Beku 

Makanan beku adalah makanan utuh dan dicampur dengan makanan beku, baik sendiri atau dicampur dengan bahan lainnya. Ada udang air asin beku, cacing darah, cacing kaca, udang mysis, daphnia, krill, cumi-cumi, kepiting, cyclop, dan banyak lagi. Ada makanan omnivora dan herbivora yang juga termasuk ganggang merah dan hijau, romaine lettuce, bayam, dll.

Jadi dari 5 Jenis Pakan Ikan Hias Ini Mana yang Akan Anda Berikan?
Semua ini sangat bergizi karena ke 5 Jenis Pakan Ikan Hias ini dibiarkan utuh dan tidak dimasak. Pembekuan tidak merusak jumlah vitamin yang dapat diabaikan, tetapi perawatan harus dilakukan untuk memastikan makanan tidak dirusak didalam freezer.